Helaian rambutmu terkibas indah oleh angin sepoi-sepoi
pantai
Ditanganmu tergenggam sebuah tab dan jemarimu sibuk
memainkannya
Terkadang setelah itu, kau hadapkan wajahmu ke tab sembari
asyik berbincang
Senyum indahmu kadang tersibak disela-sela percakapanmu itu.
.
Ribuan kilometer jauhnya dari tempatmu berada
Ada hati dan mata yang berbinar-binar menantimu,
Ada tawa yang tak hentinya mengimbangi setiap ceritamu yang
penuh semangat,
Sulit untuk menjelaskan begitu kuatnya perasaan ini
terbentuk satu sama lain,
Melalui sebaris kata-kata, sejenak cerita, dan karunia
perasaan yang ditakdirkan Tuhan
.
Nyaris sepuluh bulan, sejak sapaan pertama yang kau berikan.
Hati ini kini lebih dari sekedar mengenalmu,
Bukan lagi teman berbincang tapi perlahan menjadi bagian
dari jiwa.
Sempat terbesit mungkinkah frekuensi kedua hati ini berbeda,
Namun perlahan tahu bahwa rasamu melebihi semua ekspektasi
yang ada.
.
Apa kata firasat ini, kini mulai tersadar kau adalah sosok
yang nyata
Kau nyata selain tanganmu yang tak mampu digenggam, wajahmu
tak mampu dibelai
Namun suatu hari sapalah dan tataplah ditanah yang sama jiwa
ini berpijak
Menyeberanglah melewati batas-batas yang kini tidak bisa diduga
Terjanglah dunia selama daratan dan lautan masih terbentang diantaranya
Patahkanlah sekat-sekat selama takdir ini belum ditentukan
Tuhan
Berjuanglah, berharaplah, selama waktu belum menawarkan
batasnya
Tak mudah, tapi tanpamu sungguh membayangkan saja tidak
mampu
Namun akankan takdir membukakan pintu akan setiap usaha ini,
Tuhan yang berhak menentukan.
.
Kau bukan sosok yang sempurna, atau mungkin jauh dari
sempurna
Tapi kau adalah salah satu jawaban Tuhan yang paling indah,
Kau adalah salah satu kemustakhilan yang terwujud disela
untaian doa.
Meski dengan logika apapun akhir cerita ini akan membuat
rintikan air mata
Meski harus dengan perjuangan melewati batas untuk
mewujudkannya
Tapi kau telah menjadi kekuatan dan keyakinan untuk setiap
perjuangan ini
Tuhan ijinkan suatu saat nanti,
Aku duduk menikmati senja,
Bersamanya di sudut Anjuna.
.
16 Juli 2014, Devia~
0 comments:
Posting Komentar